Rabu, 20 Agustus 2014

Orang yang bangkrut
Suatu hari Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam bertanya kepadba para sahabat:
“Tahukah kalian, siapakah muflis (orang yang bangkrut) itu?”. Para sahabat menjawab: “Di kalangan kami, muflis itu adalah seorang yang tidak mempunyai dirham dan harta benda”. Nabi bersabda : “Muflis di antara umatku itu ialah seseorang yang kelak di hari qiyamat datang lengkap dengan membawa pahala ibadah shalatnya, ibadah puasanya dan ibadah zakatnya. Di samping itu dia juga membawa dosa berupa makian pada orang ini, menuduh sianu ini, menumpahkan darah si anu serta menyiksa sianu ini. Lalu diberikanlah pada yang terdhalimi sebagian pahala kebaikannya, juga pada yang lain. Sewaktu kebaikannya sudah habis padahal dosa kedhaliman belum terselesaikan, maka diambillah dosa mereka (seberat kedhaliman yang diterima) lalu ditimpakan kepada dirinya. Kemudian dia dihempaskan ke dalam neraka" HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud.
Hadits ini sebagai peringatan bagi kita yang ingin selamat dari api neraka dan pahala amal yang banyak tidak secara otomatis bisa melenggang melewati mizan dan shirat. Karena disana ada pertanggungjawaban segala amal perbuatan seseorang. Interaksi dengan orang lain yang belum terselesaikan di dunia akan dihadapkan ke pengadilan Ilahi yang adil seadil-adilnya dan tak ada kedhaliman sedikitpun disana.
Situasi seperti inilah yang ditakutkan oleh orang yang berakal sebagaimana dipaparkan oleh Al -Qur 'an surat ar-Ra'du ayat 21 yang terjemahannya:
" dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk".
Hisab yang buruk itulah yang akan menimpa orang-orang muflis ( bangkrut) di alam akhirat. Wallahu a'lam bishawab.u

Tidak ada komentar:

Posting Komentar